Langkah-Langkah Penetapan Alokasi Dana BOS

Berikut ini Langkah-Langkah Penetapan Alokasi Dana BOS :
  1.  Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota melakukan pendataan jumlah siswa per sekolah;
  2. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Tim Manajemen BOS Provinsi menyerahkan data jumlah siswa tiap sekolah kepada Kementerian Pendidikan Nasional;
  3. Atas dasar data jumlah siswa tiap sekolah, Kementerian Pendidikan Nasional membuat alokasi dana BOS tiap kabupaten/kota, untuk selanjutnya dikirim  ke Kementerian Keuangan;
  4. Kementerian Keuangan menetapkan alokasi anggaran sementara per kabupaten/kota melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK);
  5. Alokasi prognosa definitif BOS per kabupaten/kota akan ditetapkan oleh Kementerian Keuangan, setelah Kementerian Keuangan menerima data rekonsiliasi mengenai jumlah sekolah dan jumlah siswa tahun ajaran baru (2011-2012) dari Kementerian Pendidikan Nasional;
  6. Alokasi dana BOS per sekolah negeri ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, sedangkan alokasi per sekolah swasta ditetapkan oleh pemerintah daerah (melalui Pejabat Pengelola Keuangan Daerah) atas usulan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota berdasarkan data jumlah siswa;
  7. Alokasi dana BOS per sekolah untuk periode Januari-Juni 2011 didasarkan jumlah siswa tahun pelajaran 2010-2011, sedangkan periode Juli-Desember 2011 didasarkan pada data tahun pelajaran 2011-2012.

Contoh Penulisan Ilmiah Beserta Sistematikanya

Dalam atikel ini, penulis akan menjelaskan contoh penulisan ilmiah yang baik dan benar sesuai dengan sistematika yang jelas dan kronologis. Saat ini banyak sekali manfaat yang dapat kita daptkan dengan mengetahui contoh penulisan karya ilmiah yang banyak saat ini beredar. Manfaat ini dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat karya ilmiah yang saat ini banyak di perlukan untuk anak sekolah dalam memenuhi tugas akhirnya, atau pun mahasiswa untuk dijadikan sebagai tolak ukur dalam kelulusan.

Penelitian ilmiah yang dilakukan dengan cara membuat karya ilmiah merupakan cabang kegiatan dilakukan dengan cara mengambil objek yang kemudian akan di amati kebenarannya sesuai dengan bidang studi yang kita tempuh dan yang dikuasai oleh masing – masing orang. Pada awal kegiatan dalam penulisan karya ilmiah ini, kita harus mempunyai masalah dari topik yang kita ambil dan menemukan solusinya.

Dalam hal ini, masalah dapat di ambil atau di bahas dapat berupa hal – hal yang menarik atau hal yang dikuasai oleh kita sebelumnya. Dengan kita tahu bagaimana contoh penulisan ilmiah ini, kita juga bisa tahu dan belajar mengenai sudut pandang yang and punya yang kemudian menuliskannya di kaya ilmiah tersebut. sudut pandang yang kita teliti tentunya bisa di ambil dari fakta atau bukti yang kita punya sebelumnya dalam langkah pengamatan tadi.

Solusi yang dapat kita ambil dalam contoh penulisan ilmiah ini harus melalui proses secara ilmiah, sistematis dan logis. Fakta yang kita peroleh juga harus merupakan fakta empiris supaya tidak terkesan asal. Dan juga pengamatan yang dilakukan harus dilakukan secara hati – hati dan juga bersifat objektif.
Pengamatan atau penyelidikan dalam penulisan karya ilmiah secara objektif ini berguna dalam penyusunan penulisan karya ilmiah yang kita teliti. Sehingga semakin banyak fakta – fakta yang kita dapat dalam pengamatan yang dilakuakn tadi, bisa dengan mudah juga kita menulis penulisan ilmiah tersebut.
Suatu penelitian dikerjakan melalui beberapa tahap, yaitu sebagai berikut :

Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan ini di lakukan dengan cara merumuskan suatu permasalahan yang kita pilih dalam penelitian tersebut, memepelajari pendahuluan yang kita lakukan dalam penulisan karya ilmiah tersebut, dan juga menyusun perancangan penelitian yang akan di lakukan. Seperti yang sudah di jelaskan di atas, tahap ini dilakuakn dengan menentukan inti masalah yang akan kita teliti dan dijadikan penulisan ilmiah kita. dalam contoh penulisan ilmiah ini, kita juga harus membuat latar belakang masalah, penelitian dari maslah tersebut yang kemudoian diikuti dengan menelaah kepustakaan dalam melengkapi contoh penulisan ilmiah kita kali ini.

Tahap Pelaksanaan

Dalam tahap pelaksanaan kegiatan dalam contoh penulisan ilmiah kita kali ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data, pengelompokkan pembahasan kita, dan juga analisi dan obesrvasi objek yang kita teliti. Dengan kata lain, dalam tahapan ini dapat kita lakukan dengan cara mengumpulkan data – data yang di perlukan dalam penelitian, kemudian dilanjutkan dengan  mengolah data yang ada untuk melengkapai contoh peulisan ilmiah kita kali ini, lalu menganalisis data, kemudian selanjutnya dilakuakn penafsiran dari data yang telah kita dapatkan dalam tahapan – tahapan di atas.

Tahap Pelaporan

Dalam tahapan pelaporan ini, dilakukan dengan cara dimulainya kegiatan dalam penulisan untuk contoh penulisan ilmiah kita, dan mengadakan penelitian agar penulisan kita ini dapat dinyatakn lulus dalam ujian penulisan karya ilmiah ini. Manfaat dari tahapan ini juga dapat kita tentukan bahwa penelitian yang kita buat ini dapat bermanfaat dan diketahui oleh orang banyak bagi kelangsungan dari penelitian tersebut.
Dalam tahapan dari contoh penulisan ilmiah ini dapat disampaikan dalam bentuk essay atau pengalaman yang dialamai oleh penulis, sehingga tahap laporan ini dapat dengan mudah dipahami oleh orang yang membacanya.

Tahap Presentasi

Dalam tahap ini, kita diwajibkan untuk mempertanggungjawaban atas penelitian yang kita lakukan dengan cara mempresentasikan kepada penguji dan kepada hal layak yang berkaitan engan penelitian yang kita buat tersebut. tahapan ini berguna bagi kita untuk mengevaluasi penelitian yang kita kerjakan dalam contoh penulisan ilmiah ini dan juga menerangkan apa yang telah kita teliti. Semaki jelas kita menerangkan bahasan kita tentang penulisan karya ilmiah ini, maka semakin baik juga kita dalam pembuatan karya ilmiah tersebut.
Penelitian yang kita buat juga dapat di publikasikan kepda hal layak umum untuk membantu pengembangan ilmu pengetahuan. Dan juga penelitian yang kita buat juga bisa membantu orang – orang yang membutuhkan contoh penulisan ilmiah yang kita buat dengan baik.

1. Latar Belakang Masalah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, dalam melakukan penelitian kita harus menuliskan latar belakang masalah yang akan kita teliti. Contoh yang dapat kita ambil sebagai latar belakang masalh ini dapat di ambil dari contoh kasus – kasus yang terjadi sehingga kita bisa melakukan penelitian tersebut. latar belakang ini merupakan hal utama dalam contoh penulisan ilmiah yang kita buat. Namuan, perlu kita ketahui, tidak semua masalah dapt kita jadikan sebagai latar belakang masalah dalam contoh prnulisan ilmiah ini.

2. Tujuan

Tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini tentunya ada hal yang ingin kita capai, misalnya sebagai bahan dalam menentukan kelulusan kita di bidang studi. Sama halnya dengan tujuan kita dalam membuat contoh penulisan ilmiah ini, tujuan dalam karya ilmiah harus jelas agar penelitian yang kita lakukan tepat pada sasarannya. Tujuan dalam kaya ilmiah ini dapat dituliskan denagn bentuk poin – poin atau tulisan essay biasa.
Dalam penulisan karya ilmiah, tujuan menjelaskan maksud kita dalam mengangkat maslaha yang kita teliti dan jugatujuan ini dapat berisi tentang apa yang kita ingin samp;aikan dalam hal tanggapan kita tentang masalah yang kita angkat dengan tujuan yang kita inginkan dalam penulisan karya ilmiah tersebut.

3. Manfaat

Dengan penelitian yang kita buat dalam karya ilmiah ini, tentunya harus mempunyai manfaat bagi orang banyak maupun diri sendiri. manfaat dalam contoh penulisan ilmiah ini dapat bersifat keilmuan atau juga kepraktisan dalam pembahasan suatu masalah. Dalam penulisan karya ilmiah, manfaat biasanya dapat dituliskan sebagai hal yang bisa menarik perhatian pembaca.

4. Tinjauan Pustaka

Dalam tinjauan pustaka ini, dilakukan jika masalah yang kita teliti sudah pernah di lakuakn oleh orang lain. Jika demiakian, kita perlu membahas penelitian yang kita lakukan dan mengemukakan prbedaan dari penelitian yang sudah sebelumnya dilakukan. Dengan pembahasan perbedaan yang harus kita bahas kembali, tentunya kita harus memiliki fakta – fakta baru yang dapat membuktikan kebenaran dari penelitian yang kita lakukan.
Pembahasan ini dapat kita sebut dengan diskusi yang menerangkan tentang perbedaan dari pembahasan dari penelitian orang lain. Fakta – fakta yang kita peroleh tentunya harus menjadi sebuah bukti nyata bukan hanya sekedar pendapat semata.

5. Landasan Teori

Teori ini bisa kita gunakan dalam pengumpulan fakta – fakta yang dibutuhkan dalam penelitian. Penggunaan teori ini tentunya harus relevan dan sesuai engan bidang studi yang kita kuasai. Landasan teori ini dapat kita gunakan sebagai pengembangan dari contoh penulisan ilmiah yang kita buat, sehingga bahasan yang kita bahas dalam penulisan karya ilmiah ini menjadi terpusat pada landasan teori tersebut.

6. Hipotesis

Hipotesis disini berguna untuk kita dalam pembuatan contoh penulisan ilmiah yang kita buat sebagai sudut pandang kita dalam melakukan penelitian. Hipotesis disini berisi tentang dugaan atau prediksi dari apa yang kita fikirkan mengenai masalah yang akan kita bahas tersebut.

7. Teknik Analisis

Dalam komponen dari penulisan ilmiah ini, teknik analisis harus dijelaskan dalam cara kita menganalisis data yang ada. Teknik analisis ini dapat kita ambil sesuai dengan objek penelitian yang kita lakukan. Biasanya dalam contoh penulisan ilmiah ini, teknik analisis dapat kita ketahui dengan melihat bagaimana cara kita mengumpulkan data – data dalam karya ilmiah yang kita buat.

8. Sistematika Pelaporan

Sistem pelaporan ini dilakukan dengan cara meuliskan secar terperinci alam setiap bab – bab yang di bahas dalam penulisan ilmiah ini.

9. Daftar Pustaka

Daftar pustaka ini merupakan hal yang penting dalam pencantuman bahsan – bahasan pada setiap halaman dari penulisan karya ilmiah kita.

10. Presentasi penelitian

Presentasi ini seperti yang sudah di bahas merupakan tahapan terakhir dalam pembuatan karya ilmiah tersebut.

Contoh Sitematika Penulisan Ilmiah
Berikut ini merupakan contoh sistematika penulisan laporan ilmiah.
Abstrak
Kata Pengatar
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Identifikasi Masalah
1.3 Pembatasan Masalah
1.4 Tujuan dan Manfaat
1.5 Definisi Operasional
1.6 Landasan Teori
1.7 Hipotesis
1.8 Populasi dan Sampel Penelitian
1.9 Metode Penelitian
Bab 2 Isi Penelitian
2.1. Analisis Data
2.2 Solusi dan Pemecahannya
Bab 3 Kesimpulan dan Saran
3.1.Kesimpulan
3.2. Saran
Daftar Pustaka
Lampiran
Biodata Penulis

Cara Menulis Daftar Pustaka dengan Metode Vancouver

Menulis daftar pustaka dengan metode Vancouver akan saya tuliskan dalam postingan kali ini. Hal ini sebagai kelanjutan dari postingan saya sebelumnya tentang cara menulis daftar pustaka dengan metode Harvard.

Cara menulis daftar pustaka dengan metode Vancouver ini sedikit berbeda dengan metode Harvard. Letak perbedaan sangat jelas. Dan kebanyakan sitasi jurnal ilmiah mengacu kepada cara menulis daftar pustaka dengan metode Vancouver. Metode penulisan daftar pustaka yang mengikuti metode Harvard mayoritas diikuti oleh penulis karya tulis ilmiah, seperti skripsi, makalah, tesis dan karya tulis ilmiah lainnya. Secara umum juga mengikuti cara menulis daftar pustaka yang sudah umum bahkan tidak mengikuti kedua metode tersebut, metode Harvard dan Vancouver.

Langkah – langkah dalam cara menulis daftar pustaka dengan metode Vancouver

Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam  cara menulis daftar pustaka dengan metode Vancouver adalah sebagai berikut:
  1. Menggunakan bullet angka
  1. Angka tersebut menjadi rujukan dalam sitasi sebuah karya tulis yang dibuat
  2. Nomor rujukan (referensi) yang ada di dalam karya tulis itu harus sama dengan urutan penulis yang ada dalam daftar pustaka
  3. Tidak perlu mengurutkan tahun publikasi tulisan
  4. Nama tidak perlu diurutkan berdasarkan alfabetis
Contoh cara menulis daftar pustaka dengan metode Vancouver
Daftar pustaka yang mengikuti metode Vancouver dapat dilihat pada contoh sebagai berikut:
  1. Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the Forbidden Medicine. London: Yale Univ Pr; 1993.
  2. Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural Neurology and Neuropsychology. Ed ke2. New York: McGraw-Hill; 1997. 
  3. Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontic. J Endod 1994; 20: 355-6. 
  4. Morse SS. Factors in the emergence of infectious disease. Emerg Infect Dis [serial online] 1995 Jan-Mar; 1(1):[24 screens]. Available from URL: http://www/cdc/gov/ncidoc/EID/eid.htm. Accessed December 25, 1999.
Demikian cara menulis daftar pustaka dengan metode Vancouver. Semoga dapat dijadikan bahan rujukan untuk berkarya lebih baik lagi khususnya untuk menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas.

6 Kesalahan Penulisan Referensi & Daftar Pustaka

Harus diakui bahwa penulisan daftar pustaka bisa menjadi kendala dalam penyusunan skripsi, tesis, ataupun disertasi. Ketika kita tidak memahami cara menulis daftar pustaka yang benar, pasti (kemungkinan) sang penguji skripsi kita akan dengan sukarela memprotes kesalahan-kesalahan penulisan tersebut.Oleh karena itu mari kita bersama-sama mengetahui 6 kesalahan umum dalam penulisan referensi agar kita bisa dengan teliti menulis referensi atau daftar pustaka dengan baik dan benar. Berikut adalah beberapa kesalahan penulisan referensi—seperti biasa saya kutipkan dari Holtom dan Fisher (1999: 33-34):


1. Citing a paper in the text, and forgetting to include it in the References Bibliography section. Even with the use of reference database programs, losing references from the text is still a common sin. Avoid this by scanning through the final version of your thesis and as you come to each citation, tick off the appropriate reference in your Reference chapter.

Mengutip tulisan dalam sebuah teks, dan lupa untuk mencantumkannya dalam daftar pustaka. Bahkan meski dengan menggunakan program database referensi, kehilangan akan referensi dari sebuah teks masih dianggap kesalahan biasa. Hindari hal tersebut dengan membaca sekilas pada versi terakhir skripsi anda, dan ketika anda mencocokkan masing-masing kutipan, centang (sebagai tanda benar) akan referensi yang cocok untuk bab referensi anda.

2.   Using incorrect journal abbreviations. There is no excuse for this because it is so easy to find the correct abbreviation. Examiners can, and do, ask for corrections to errors in journal names, and this can be very timeconsuming. See:

Menggunakan singkatan yang salah. Tidak ada alasan untuk hal ini karena sangat mudah untuk menemukan singkatan yang benar. Penguji bisa saja menemukannya, lalu meminta anda membenarkan kesalahan dalam penulisan nama jurnal. Dan hal ini bisa sangat menguras waktu.

3.  Inconsistency in the style of citations and references. For example, these three references appear in the same Reference section, and each one is irritatingly different from the other:

Tidak konsisten dalam gaya penulisan kutipan atau referensi. Sebagai contoh, berikut adalah tiga referensi yang muncul dalam satu halaman referensi yang sama, dan masing-masing berbeda satu sama lain:

King BB and Wonder S (1996). An integrated protocol for locomotor and cognitive testing of landfish. Landf: Tod. 2: 8-12

McCartney, P., Starr, R., Lennon, J., Harrison, G. (1998). The biology of northern landfish. Landfish Tod. 4 21-27.

Zappa et al. (1997). Landf: Today 3 21.

4.  Mis-spelling authors’ names (especially on well-known papers). For obvious reasons, mis-spelling an author’s name will count against you even more than normal if the author happens to be one of your examiners

Salah penulisan nama pengarang (khususnya untuk tulisan yang terkenal). Sebagai alasan yang jelas, kesalahan penulisan nama pengarang akan menyulitkan anda apalagi jika pengarang tersebut adalah salah satu dari penguji skripsi anda.
5. Getting the page numbers wrong. Guard against this by carrying out a quick scan of your references and check the last page number is higher than the first page number.

Menuliskan nomor halaman yang salah. Berhati-hatilah dengan hal ini, yaitu dengan cara membaca sepintas pada referensi anda dan pastikan halaman akhirnya lebih besar dari halaman pertama.

6.  Getting really famous references, whose details the examiners know, wrong; for example, citing the discovery of the structure of DNA in a paper by Wilson and Crick.

Mencantumkan referensi yang cukup terkenal, dimana penguji menganggap rinciannya salah; sebagai contoh, mengutip penemuan struktur DNA dalam tulisan Wilson dan Crick.

Nah, setelah mengetahui keenam kesalahan penulisan referensi tersebut, sekarang saatnya kita bikin aturannya dengan menyimpulkan pendapat diatas, oke mari kita perhatikan larangan-larangan dalam penulisan referensi skripsi di bawah ini:

1.    Jangan lupa mencantumkan referensi jika anda telah mengutipnya dalam skripsi anda.
2.    Jangan salah dalam menulis singkatan jurnal
3.    Jangan menulis referensi dengan gaya tulisan referensi yang berbed
4.    Jangan salah dalam menulis nama pengarang
5.    Jangan salah dalam menulis nomor halaman
6.    Jangan sekali-kali salah dalam penulisan karya yang sangat terkenal.


Referensi:
Holtom, Daniel and Fisher, Elizabeth. 1999. Enjoy Writing Your Science Thesis and Dissertation!.London: Imperial College Press

Pengertian dan Macam-Macam Sistem Ekonomi di Dunia

Ekonomi lliberal

Pengertian.
Sistem ekonomi liberal kapitalis adalah sitem ekonomi yang aset-aset produktif dan faktor-faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta. Sementara tujuan utama kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba.
Sistem perekonomian/tata ekonomi liberal kapitalis merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya.
Ciri-ciri ekonomi liberal, yaitu :
    Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu.
    Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
    Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
    Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
    Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.
    Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
    Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.
    Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.
Keuntungan sistem ekonomi liberal :
    Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.
    Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
    Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
    Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.
    Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.
Kelemahan sistem ekonomi liberal :
    Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya korup.
    Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
    Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
    Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
    Pemerataan pendapatan sulit dilakuka karena persaingan bebas tersebut.


Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal kapitalis modern antara lain :
    Di benua Amerika, antara lain Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Kuba, Kolombia, Ekuador, Kanada, Maksiko, Paraguay, Peru dan Venezuela.
    Di benua Eropa, sebagian besar menganut sistem ini antara lain Austria,
Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cekoslovakia, Denmark, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Polandia, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris.
    Di benua Asia, antara lain India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand, Turki, Malaysia, Singapura.
    Kepulauan Oceania, antara lain Australia dan Selandia Baru.
    Di benua Afrika, sistem ekonomi ini terbilang masih baru. Negara yang menganut
    antara lain Mesir, Senegal,  Afrika Selatan.

Ekonomi campuran

Pengertian.
Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.

Ciri-ciri sistem ekonomi campuran :
    Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata
    Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah
    Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah
Keuntungan sistem ekonomi campuran :
    Kebebasan berusaha
    Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
    Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran :
    Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
    Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
Sulit menentukan batas ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta “ Sistem ekonomi campuran banyak dianut oleh Negara berkembang”.(venezuela)

 

Ekonomi kapitalis

Pengertian
Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang menekankan peran kapital (modal), yakni kekayaan dalam segala jenisnya, termasuk barang-barang yang digunakan dalam produksi barang lainnya (Bagus, 1996). Ebenstein (1990) menyebut kapitalisme sebagai sistem sosial yang menyeluruh, lebih dari sekedar sistem perekonomian. Ia mengaitkan perkembangan kapitalisme sebagai bagian dari gerakan individualisme. Sedangkan Hayek (1978) memandang kapitalisme sebagai perwujudan liberalisme dalam ekonomi.
Menurut Ayn Rand (1970), kapitalisme adalah “a social system based on the recognition of individual rights, including property rights, in which all property is privately owned”. (Suatu sistem sosial yang berbasiskan pada pengakuan atas hak-hak individu, termasuk hak milik di mana semua pemilikan adalah milik privat).
Heilbroner (1991) secara dinamis menyebut kapitalisme sebagai formasi sosial yang memiliki hakekat tertentu dan logika yang historis-unik. Logika formasi sosial yang dimaksud mengacu pada gerakan-gerakan dan perubahan-perubahan dalam proses-proses kehidupan dan konfigurasi-konfigurasi kelembagaan dari suatu masyarakat. Istilah “formasi sosial” yang diperkenalkan oleh Karl Marx ini juga dipakai oleh Jurgen Habermas. Dalam Legitimation Crisis (1988), Habermas menyebut kapitalisme sebagai salah satu empat formasi sosial (primitif, tradisional, kapitalisme, post-kapitalisme).
Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalis :
    Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi.
    Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
    Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri.
Keuntungan  sistem ekonomi kapitalis :
    Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
    Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
    Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.
Kelemahan sistem ekonomi kapitalis :
    Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
    Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).
 

Ekonomi islam

Pengertian
Perekonomian Islam ialah ekonomi menurut undang-undang Islam Adanya dua paradigma untuk memahami Perekonomian Islam, dengan satunya menganggap rangka politik Islam (khilafah), dan yang lain itu menganggap rangka politik bukan Islam yang melahirkan suatu paradigma yang bertujuan untuk menyepadukan sesetengah rukun Islam yang terkenal ke dalam sebuah rangka ekonomi sekular.
Di antara ciri-ciri ekonomi Islam ialah:
    Melibatkan Tuhan
    Berlandaskan taqwa
    Penuh suasana kekeluargaan
    Penuh kasih saying
    Keuntungan perniagaan untuk masyarakat
    Tidak ada hutang berunsur riba

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cari Saja - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger
Source: http://www.amronbadriza.com/2012/05/cara-membuat-navigasi-nomor-halaman-di.html#ixzz2KHC4sZ52