Home » » Pengertian dan Macam-Macam Sistem Ekonomi di Dunia

Pengertian dan Macam-Macam Sistem Ekonomi di Dunia

Ekonomi lliberal

Pengertian.
Sistem ekonomi liberal kapitalis adalah sitem ekonomi yang aset-aset produktif dan faktor-faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta. Sementara tujuan utama kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba.
Sistem perekonomian/tata ekonomi liberal kapitalis merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya.
Ciri-ciri ekonomi liberal, yaitu :
    Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu.
    Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
    Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
    Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
    Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.
    Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
    Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.
    Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.
Keuntungan sistem ekonomi liberal :
    Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.
    Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
    Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
    Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.
    Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.
Kelemahan sistem ekonomi liberal :
    Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya korup.
    Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
    Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
    Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
    Pemerataan pendapatan sulit dilakuka karena persaingan bebas tersebut.


Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal kapitalis modern antara lain :
    Di benua Amerika, antara lain Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Kuba, Kolombia, Ekuador, Kanada, Maksiko, Paraguay, Peru dan Venezuela.
    Di benua Eropa, sebagian besar menganut sistem ini antara lain Austria,
Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cekoslovakia, Denmark, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Polandia, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris.
    Di benua Asia, antara lain India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand, Turki, Malaysia, Singapura.
    Kepulauan Oceania, antara lain Australia dan Selandia Baru.
    Di benua Afrika, sistem ekonomi ini terbilang masih baru. Negara yang menganut
    antara lain Mesir, Senegal,  Afrika Selatan.

Ekonomi campuran

Pengertian.
Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.

Ciri-ciri sistem ekonomi campuran :
    Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata
    Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah
    Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah
Keuntungan sistem ekonomi campuran :
    Kebebasan berusaha
    Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
    Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran :
    Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
    Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
Sulit menentukan batas ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta “ Sistem ekonomi campuran banyak dianut oleh Negara berkembang”.(venezuela)

 

Ekonomi kapitalis

Pengertian
Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang menekankan peran kapital (modal), yakni kekayaan dalam segala jenisnya, termasuk barang-barang yang digunakan dalam produksi barang lainnya (Bagus, 1996). Ebenstein (1990) menyebut kapitalisme sebagai sistem sosial yang menyeluruh, lebih dari sekedar sistem perekonomian. Ia mengaitkan perkembangan kapitalisme sebagai bagian dari gerakan individualisme. Sedangkan Hayek (1978) memandang kapitalisme sebagai perwujudan liberalisme dalam ekonomi.
Menurut Ayn Rand (1970), kapitalisme adalah “a social system based on the recognition of individual rights, including property rights, in which all property is privately owned”. (Suatu sistem sosial yang berbasiskan pada pengakuan atas hak-hak individu, termasuk hak milik di mana semua pemilikan adalah milik privat).
Heilbroner (1991) secara dinamis menyebut kapitalisme sebagai formasi sosial yang memiliki hakekat tertentu dan logika yang historis-unik. Logika formasi sosial yang dimaksud mengacu pada gerakan-gerakan dan perubahan-perubahan dalam proses-proses kehidupan dan konfigurasi-konfigurasi kelembagaan dari suatu masyarakat. Istilah “formasi sosial” yang diperkenalkan oleh Karl Marx ini juga dipakai oleh Jurgen Habermas. Dalam Legitimation Crisis (1988), Habermas menyebut kapitalisme sebagai salah satu empat formasi sosial (primitif, tradisional, kapitalisme, post-kapitalisme).
Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalis :
    Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi.
    Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
    Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri.
Keuntungan  sistem ekonomi kapitalis :
    Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
    Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
    Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.
Kelemahan sistem ekonomi kapitalis :
    Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
    Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).
 

Ekonomi islam

Pengertian
Perekonomian Islam ialah ekonomi menurut undang-undang Islam Adanya dua paradigma untuk memahami Perekonomian Islam, dengan satunya menganggap rangka politik Islam (khilafah), dan yang lain itu menganggap rangka politik bukan Islam yang melahirkan suatu paradigma yang bertujuan untuk menyepadukan sesetengah rukun Islam yang terkenal ke dalam sebuah rangka ekonomi sekular.
Di antara ciri-ciri ekonomi Islam ialah:
    Melibatkan Tuhan
    Berlandaskan taqwa
    Penuh suasana kekeluargaan
    Penuh kasih saying
    Keuntungan perniagaan untuk masyarakat
    Tidak ada hutang berunsur riba

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cari Saja - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger
Source: http://www.amronbadriza.com/2012/05/cara-membuat-navigasi-nomor-halaman-di.html#ixzz2KHC4sZ52